Sabtu, 03 Februari 2018

Abjad/Alfabet Bahasa Thai

Dalam bahasa Thai huruf mati atau aksara mati disebut dengan Phayanchana. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya memiliki 21 huruf mati, dalam bahasa Thai Phayanchana memiliki 44 jenis huruf mati. Huruf-huruf mati tersebut sebagai berikut :
B sama seperti b dalam kata bola
C sama seperti c dalam kata cuci
Ch tidak ada padanan kata dalam bahasa Indonesia
D sama seperti d pada kata duri
F sama seperti f pada kata film
K sama seperti k pada kata kuku
Kh sama seperti kh pada kata khas
L sama seperti l pada kata lilin
M sama seperti m pada kata minum
N sama seperti n pada kata nama
Ng sama seperti ng pada kata ngantuk, banyak kata dalam bahasa Thau yang diawali huruf ng
P sama seperti p pada kata papan
Ph tidak ada padanan kata dalam bahasa Indonesia
R seperti r pada kata lapar, namun pengucapan r agak samar
S sama seperti s pada kata sabun
Th sama seperti th pada kata Thai
W sama seperti w pada kata warung
Y sama seperti y pada kata pepaya
Dalam bahasa Thai, huruf hidup atau vokal disebut sara. Yang perlu diperhatikan adalah bahasa Thai mengenal harkat (panjang-pendek) bunyi huruf hidup.
Selain a, i, u, e, o huruf Thai mengenal huruf  ū, ē dan ǫ

ū seperti pengucapan eu dalam bahasa Sunda dan Aceh
ē seperti pengucapan e pada suara kambing mbee
ǫ seperti pengucapan o pada kata kolong

Harkat huruf hidup juga menentukan arti bunyi. Kesalahan panjang dan pendek bunyi dapat mengubah artinya. Bisa jadi maksudnya pergi berlatih (hat pendek), malah didengar sebagai ke pantai (hat panjang).

Huruf hidup e, ē dan ǫ pada bagan di atas tidak mempunyai lambang khusus dalam harkat pendek. Walaupun demikian, harkatnya dapat dipendekkan dengan menambahkan lambang a pendek (ะ) di akhir kata.

Selain huruf-huruf hidup diatas, terdapat 2 (dua) lambang huruf yang menunjukkan harkat pendek.
Lambang ทฟร้ฟื ฟาฟะ (mai han akat) digunakan jika setelah bunyi a harkat pendek namun masih terdapat huruf mati
Lambang ทฟร ะฟร า้ี (mai tai khu) digunakan jika setelah bunyi huruf hidup harkat pendek selain i dan u masih terdapat huruf mati.

Huruf hidup gabungan
Beberapa huruf hidup tunggal dapat digabung untuk membentuk suatu bunyi huruf hidup. Bahkan beberapa huruf mati seperti ไนขไำื (wo-wen) dan ันขัฟา (yo-yak), serta นขฟืเ (o-ang) juga dilibatkan dalam pembentukannya.
Huruf hidup gabungan diantaranya adalah : ūë, au, ia, ua, ëy.
Huruf hidup tambahan
Selain gabungan huruf hidup di atas, terdapat gabungan lambang huruf ë yang menunjukkan harkat pendek jika setelahnya masih terdapat huruf mati.
Terdapat 7 (tujuh) huruf hidup tambahan, yaitu : ai (maimuan), ai (maimalay), am, rū, lū. 

Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar