Tampilkan postingan dengan label Bahasa Divelhi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Divelhi. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

Huruf dan Ungkapan Dasar Bahasa Divelhi

Bahasa Divelhi (Dhivehi Bas) adalah bahasa resmi negara Maladewa, negara kepulauan di samudera Hindia. di selatan India. Bahasa Divelhi digunakan oleh penduduk Maladewa dan penduduk pulau Minicoy, India.

Bahasa Divelhi berasal dari bahasa Indo-Arya dan mirip dengan bahasa Sinhala, namun dengan berjalannya waktu mendapat pengaruh dari bahasa Arab, Inggris, Urdu dan Hindi. 

Sistem penulisan Divelhi awalnya adalah Divehi Hakuru yang merupakan huruf Brahmi yang mirip dengan Sinhala. Sejak abad ke-16 sesudah Portugis keluar dari Maladewa, mulailah digunakan huruf Thaanaa yang merupakan turunan huruf Divehi Hakuru dan Arab, ditulis seperti huruf Arab dari kanan ke kiri.

Huruf Thaanaa adalah tulisan bahasa Divelhi modern, yang memiliki diakritik dan semua huruf vokal ditulis, huruf konsonan berasal dari konsonan asli dan angka Arab, huruf vokal dari huruf Arab dengan diakritik lokal.

Huruf Thaana awalnya muncul abad ke-18 dikenal dengan nama Gabulhi Thaana yang ditulis tanpa spasi. Huruf awal ini berkembang dan dimiringkan 45 derajat dan ditambahkan spasi diantara kata. Setiap huruf harus membawa baik vokal atau Sukun (huruf mati). Satu-satunya pengecualian adalah penulisan kata nunu, yang dapat ditulis tanpa diakritik.

Vokal atau tanda diakritik disebut fili, ada 5 fili untuk vokal pendek (a, i, u, e, o), dimana 2 yang pertama kelihatan identik dengan harakat (tanda baca huruf) Arab (fatha dan kasra) dan yang ketiga (damma) terlihat agak mirip. Vokal panjang dari a, i, u,e, o dilambangkan dengan 2 kali fili, kecuali pada o yang merupakan modifikasi obofili pendek.

Huruf alifu tidak memiliki bunyi sendiri dan digunakan untuk 3 tujuan berbeda :
  1. Sebagai pembawa vokal tanpa konsonan sebelumnya, yaitu vokal pada awal kata atau bagian kedua diftong
  2. Ketika dipasangkan dengan sukun (huruf mati), menunjukkan geminasi (pemanjangan) pada konsonan sebelumnya
  3. Jika alifu ditambah sukun berada diakhir kata, kata terebut berbunyi /eh/

Aku Cinta padamu      Aharen kalaa dhekeh loabivey
Terima Kasih              Shukuriya
Atholu                        Gugusan pulau karang
Ya                              Aan
Selamat Tahun Baru    Ufaaveri aa aharakah edhen
Tidak                          Noon
Dhoani                        Kapal feri
Maaf                           Ma-aafu kirey
Mutiara                       Eet ha
Siapa namamu             Kon nameh kiyanee
Puding beras manis      Bondibaiy
Baik                            Rangalhu
Kihine                         Apa kabar
Selamat tinggal            Dhanee

Dari berbagai sumber