Tampilkan postingan dengan label Bahasa Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Korea. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2017

Bulan, Musim, Hari Dan Waktu Dalam Bahasa Korea

Il wol = Januari
I wol = Februari
Sam wol = Maret
Sa wol = April
O wil = Mei
Yuk wol = Juni
Chil wol = Juli
Pal wol = Agustus
Gu wol = September
Sip wol = Oktober
Sip il wol = November
Sip i wol = Desember

Bom = musim semi
Yeoreum = musim panas
Ga eul = musim gugur
Gyeo ul = musim dingin
Geon gi = musim kemarau

Wolyoil = Senin
Hwayoil = Selasa
Suyoil = Rabu
Mokyoil = Kamis
Keumyoil = Jumat
Toyoil = Sabtu
Ilyoil = Minggu

Achim = pagi
Jeomsim = siang
Nat = tengah hari
Jeon yeok = Malam (sebelum jam 9)
Bam = malam (diatas jam 9)
Saebyeok = subuh

Dari berbagai sumber

Rabu, 16 November 2016

Pengucapan Salam Dalam Bahasa Korea

1.
안녕하십니까 = annyeonghasimnikka? (Formal)

atau
안녕하세요 = annyeonghaseyo (Informal)
Artinya: Halo / selamat pagi / selamat siang / selamat sore / selamat malam / apa kabar?

Jawab:

(네), 안녕하십니까 = (Ne), annyeonghasimnikka
atau
(네), 안녕하세요 = (Ne), annyeonghaseyo
Artinya: (Ya),  Halo / selamat pagi / selamat siang / selamat sore / selamat malam / apa kabar?

2.
좋은 아침이에요 = joheun achimieyo
Artinya: Selamat pagi

3.
여보세요 = Yeoboseyo
Artinya: Halo! (Pada saat menerima telepon)

4.
어떻게 지내습니다 = Eoteoke chinaeseumnida ?
Artinya: Bagaimana kabar Anda ? (formal)

Jawab: 잘 지내습니다 = Chal chinaeseumnida
Artinya: Kabar baik (Formal)

5.
어떻게 지내세요 = Eotteoke chinaeseyo ?
Artinya: Bagaimana kabar Anda ? (Informal)

Jawab: 잘 지내요 = Chal chinaeyo
Artinya: Kabar baik (Informal)

Dari berbagai sumber

Sabtu, 10 September 2016

Sejarah Hangeul, Huruf Resmi Bahasa Korea

Hangeul merupakan huruf resmi yang digunakan oleh bangsa Korea meliputi Korea Utara dan Korea Selatan di semenanjung Korea. Huruf Hangeul diciptakan olehraja ke-empat Dinasti Joseon (1418-1450 M), yaitu Raja Sejong Yang Agung (1397-1450 M) pada tahun 1443, tepat setelah 25 tahun beliau naik tahta. Raja Sejong dibantu para ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Jiphyeonjeon dalam proses penciptaan Hangeul. 

Awalnya huruf Korea dinamakan Hunmin Jeongeum yang artinya tulisan untuk rakyat atau suara yang benar (tepat) untuk diajarkan kepada rakyat disertai penjelasannya. Hunmin Jeongeum mulai dipublikasikan tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 9 Oktober 1446 dalam buku Hunmin Jeongeum Haerybon (Edisi penjelasan Hunmin Jeongeum). Hunmin Jeongeum kemudian dikenal dengan sebutan Hangeul yang diartikan "The Script of Han (Korea)" atau Great Script. 

Hangeul sendiri berarti "Alfabet Han" atau "Alfabet Agung" dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1997 Hunmin Jeongeum didaftarkan sebagai warisan dunia UNESCO dan menjadi harta nasional Korea Selatan No. 70. Sebelum diciptakannya huruf Hangeul, masyarakat Korea menggunakan aksara Tiongkok, orang Korea menyebutnya Hanja (kanji). Karakter hanja yang rumit dan sangat banyak membuat aksara ini hanya dikuasai oleh kaum bangsawan (yangban) dan golongan elit. Pengucapannya juga berbeda dengan bahasa Korea sehingga Raja Sejong berinisiatif untuk membuat huruf yang lebih mudah dipelajari sesuai dengan bahasa Korea sendiri agar rakyat kelas bawah pun mampu membaca maupun menulis. Ini sebagai bukti bahwa bangsa Korea bisa mandiri dan terlepas dari budaya Tionghoa.

Awalnya penggunaan Hangeul sempat mendapat tentangan dari kaum bangsawan. Namun, Raja Sejong mampu mempertahankan huruf Hangeul untuk digunakan dalam kehidupan bangsa Korea. Kini suku Cia-Cia di Sulawesi Tenggara, Indonesia, pun turut menggunakan huruf hangeul dalam penulisan bahasa tradisional mereka secara tidak resmi.

Dari berbagai sumber