Sabtu, 17 September 2016

Angka Dan Sistem Pehitungan Dalam Bahasa Jepang

Bahasa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.

Dalam penggunaannya di dalam bahasa Jepang, dan untungnya juga agak mirip di bahasa Indonesia, angka-angka ini tidak bisa digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari sebuah barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

Cara menghitung barang
Barang secara umum
Untuk mengucapkan 1 buah yaitu hitotsu dan seterusnya menambahkan huruf tsu

Barang panjang
Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misal ippon. Biasa dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon

Barang tipis
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan mai sebagai akhiran. Misal 1 lembar : ichi mai, dst. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis lainnya.

Barang besar
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan dai sebagai akhiran. Misal  1 buah : ichidai. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya.

Cara menghitung orang
Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan nin, misalnya 3 orang (sanin) 7 orang (shichinin).

Dari berbagai sumber

  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar