Minggu, 11 September 2016

Pengenalan Alfabet Bahasa Jerman

Bahasa Jerman merupakan bahasa yang penggunaannya cukup luas di daerah Eropa. Negara-negara Eropa tengah seperti Swiss, Austria, Belgia, Denmark, dan Polandia menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa pengantar utama. Selain itu bahasa Jerman masih dituturkan secara terbatas di Argentina Selatan dan beberapa masyarakat Amish di Amerika Serikat. Bahasa Jerman masih luas dipelajari karena banyak literatur klasik dunia ditulis dalam bahasa Jerman.

Bahasa Jerman dikenal sebagai bahasa Jerman hulu. Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang tunggal, melainkan bahasa dengan banyak variasi, mulai dari dialek tempatan lokal (berdasarkan geografi penuturnya), dialek temporal (ada 3 variasi dialek temporal), hingga dialek sosial (berdasarkan kelompok sosial penuturnya). Bahasa Jerman baku atau standar disebut Hochdeutsch atau Standarddeutsch, adalah bahasa yang diajarkan di sekolah dan kursus bahasa serta luas dipakai sebagai bahasa sastra, surat kabar dan bahasa pengantar di berbagai kantor serta perguruan. Varian ini terlahir pula sebagai pembakuan atas bahasa Jerman Hulu (Oberdeutsch) oleh Martin Luther pada abad ke-16. Meskipun standar, bahasa Jerman baku memiliki variasi pelafalan karena pengaruh dialek tempatan. Dialek bahasa Jerman hulu sendiri beberapa diantaranya telah punah.

Alfabet dalam bahasa Jerman 
Bahasa Jerman memiliki 21 huruf mati dan 5 huruf hidup. Pelafalan sebagian besar kata dalam bahasa Jerman sendiri dibaca sama seperti tulisannya. Karenanya, sering penutur berbahasa Indonesia biasanya jarang mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyi-bunyi kata dalam bahasa Jerman. Walaupun begitu, adapula beberapa kata yang tidak memiliki padanan yang tepat ketika disandingkan. Dibawah ini dapat disimak penulisan dan pelafalan alfabet dalam bahasa Jerman.  
A, huruf a dibaca seperti huruf a pada kata aku
B, huruf b dibaca seperti huruf b pada kata bebek
C, huruf c dibaca seperti huruf c pada kata kaca
D, huruf d dibaca seperti huruf d pada kata duka
E, huruf e dibaca seperti huruf e pada kata enak
F, huruf f dibaca seperti huruf f pada kata fakir
G, huruf g dibaca seperti huruf g pada kata gambar
H, huruf h dibaca seperti huruf h pada kata hukum
I,  huruf i dibaca seperti huruf i pada kata ikan
J,  huruf j dibaca seperti huruf y pada kata yakin
K, huruf k dibaca seperti huruf k pada kata kambuh
L,  huruf L dibaca seperti huruf L pada kata Luka
M, huruf m dibaca seperti huruf m pada kata makan
N, huruf n dibaca seperti huruf n pada kata nasi
O, huruf o dibaca seperti huruf o pada kata orang
P,  huruf p dibaca seperti huruf p pada kata palka
Q, huruf q dibaca seperti huruf ku pada kata kualitas
R, huruf r dibaca seperti huruf r pada kata rambut
S, huruf s dibaca seperti huruf s dan z pada kata zakat
T, huruf t dibaca seperti huruf t pada kata tante
U, huruf u dibaca seperti huruf u pada kata untuk
V, huruf v dibaca seperti huruf f pada kata foto
W, huruf w dibaca seperti antara huruf w dan v
X, huruf x dibaca seperti huruf ks pada kata faksimili
Y, huruf y dibaca seperti huruf y pada kata yen
Z, huruf z dibaca seperti huruf z pada kata cacar    

Dari berbagai sumber

1 komentar:

  1. http://www.belajarbahasaasing.com/2016/09/belajar-bahasa-jerman.html top markotop

    BalasHapus