Rabu, 05 Oktober 2016

Present Tense dalam bahasa Belanda

Oleh karena tidak adanya pedoman bentuk kala atau waktu dalam bahasa Indonesia, maka untuk menjelaskan bagian kala ini akan digunakan bahasa Inggris sebagai pembanding. Kata kerja present tense dibentuk dengan menambahkan akhiran personal yang sesuai pada akar kata kerja tersebut. Untuk menemukan akar sebuah kata kerja hilangkan akhiran infinitif -en (atau, jarang ditemukan, akhiran -n). Akar kata kerja zingen (to sing/menyanyi) adalah zing-, untuk kata kerja doen (to do/melakukan) adalah doe-. Harus diperhatikan bahwa kata kerja selalu dicantumkan dalam kamus dan buku tata bahasa dibawah bentuk aslinya.Akhiran untukpresent tense adalah: -t untuk orang kedua dan ketiga tunggal dan bentuk -u, dan -en untuk semua bentuk jamak. Orang pertama tunggal serupa dengan bentuk akar kata kerja tersebut:
                                            Inggris                 Indonesia
Ik          Zing         Doe         I sing, do               Saya bernyanyi
Jij          Zingt        Doet        You sing, do          Kamu bernyanyi
Hij         Zingt       Doet         He sings, does       Ia bernyanyi
U          Zingt        Doet         You sing, do          Kamu bernyanyi
Wij       Zingen      Doen        We sing, do           Kami bernyanyi
Jullie     Zingen      Doen        You sing, do          Kamu bernyanyi
Zij        Zingen      Doen         They sing, do        Mereka bernyanyi

Sesuai dengan aturan ejaan umum, perubahan ejaan berikut ini harus dibuat ketika menulis akar kata kerja:
1. Apabila akar vokal infinitif panjang dan dalam suku kata terbuka, maka vokal tersebut harus digandakan saat akhiran infinitifnya dihilangkan. Contoh: maken (to make/membuat) mempunyai akar maak-, horen (to hear/ mendengar) mempunyai akar hoor-.
Ketika akhiran jamak pada -en ditambah pada akar kata, ia berubah lagi menjadi suku kata terbuka dan ditulis dengan satu vokal: ik maak (I make/saya membuat), ik hoor (I hear/saya dengar), wij horen (we hear/kami dengar).
2. Apabila infinitif mempunyai akar vokal pendek yang diikuti dengan konsonan ganda, salah satu konsonan itu dihilangkan dalam ejaan akar kata: zitten (to sit/duduk) mempunyai akar kata zit-; leggen (to lay/meletakkan) mempunyai akar kata leg-.Kata akhiran jamak -en ditambahkan pada mereka, konsonan ganda tersebut dikembalikan lagi untuk menunjukkan ketertutupan akar suku kata tersebut: ik zit (I sit/saya duduk), wij zitten (we sit/kami duduk), ik leg (I lay/aku meletakkan), wij leggen (we lay/kami meletakkan).
3. Apabila konsonan akhir infinitif adalah v atau z, mereka diubah menjadi f dan s untuk menghasilkan bentuk akar: beven (to tremble/bergetar) mempunyai akar beef-, reizent (to travel/bepergian) mempunyai akar reis-. Sebelum akhiran jamak -en, f dan s menjadi v dan z: ik beef (I tremble/aku bergetar), wij heven (we tremble/kami bergetar), ik reis (I travel/aku bepergian), wij reizen (we travel/kami bepergian).

Ik       Maak          Kus              Reis              I make, kiss, travel
Jij       Maakt         Kust             Reist             You makes, kisses, travels
Hij      Maakt         Kust             Reist             He makes, kisses, travels
U       Maakt          Kust             Reist             You make, kiss, travel
Wij     Maaken       Kussen         Reizen           We make, kiss, travel
Jullie   Maaken       Kussen         Reizen           You make, kiss, travel
Zij      Maaken       Kussen         Reizen            They make, kiss, travel

Para pembelajar harus memperhatikan dengan seksama poin-poin berikut ini ketika menggunakan present tense:
1. Bentuk u- sopan selalu menggunakan akhiran -t, baik itu merujuk pada satu orang atau lebih: u komt (you come/kamu datang), tunggal atau jamak tergantung konteksnya.
2. Ketika kata ganti jij (je) mengikuti kata kerjanya, akhiran -t pada kata kerja itu dibuang: jij zingt (you sing/kamu menyanyi), zing je? (are you sing?/apakah kamu menyanyi?).
3. Beberapa kata kerja dengan akar berakhiran -d, khususnya snijden (to cut/memotong), houden (to hold/memegang), dan rijden (to ride/mengendarai) sering dihilangkan akhiran -d nya untukorang pertama tunggal: ik snij (I cut/aku memotong), ik hou (I hold/aku memegang), ik rij (I ride/aku mengendarai). Unttukorang kedua tunggal, kata kerja tersebut dengan teratur menghilangkan akhiran -dt ketika kata ganti subjek mengikutinya: snij je? (are you cutting?/apakah kamu memotong?), hou je? (are you holding?/apakah kamu memegang?), rij je? (are you riding?/apakah kamu mengendarai?)
4. Sesuai dengan aturan umum pengerjaan, kata kerja dengan akar kata berakhiran -t tidak ditambahi akhiran -t pada orang kedua dan ketiga tunggal: laten (to let/membiarkan), ik laat (I let/aku membiarkan), jij laat (you let/kamu membiarkan), hij laat ( he lets/ia membiarkan).
5. Kata kerja komen mengubah panjang vokalnyya dari pendek untuk bentuk tunggal menjadi panjang untuk jamak. Ketidak beraturan pengejaan digambarkan ddalam ejaan: ik kom, wij komen.

dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar