Rabu, 12 April 2017

Pengenalan Bahasa Pali

Bahasa Pali (Palibhasa) adalah bahasa asli India yang merupakan golongan bahasa Indo-Arya yang berada dalam kelompok bahasa Prakrit. Bahasa Pali saat ini adalah bahasa mati yang dipelajari karena banyak kitab suci Buddhisme Theravada ditulis dalam bahasa ini, terutama Kitab Tripitaka (Kanon Pali) yang ditulis di Sri Lanka pada abad pertama sebelum Masehi.

Fonologi Bahasa Pali

Vokal panjang dan pendek hanya berbeda dalam suku kata terbuka (yang memilili satu vokal serta yang berakhir dengan vokal), dalam suku kata tertutup (yang memiliki satu vokal serta berakhir dengan konsonan), semua vokal selalu pendek, e dan o pendek dan panjang dalam distribusi yang saling melengkapi varian pendek muncul hanya dalam suku kata tertutup, varian panjang muncul hanya dalam suku kata terbuka. Oleh sebab itu e dan o pendek dan panjang bukanlah fonem yang berbeda.

Bunyi (nigghahita), diwakili dengan huruf m' atau m dalam ejaan latin, dan dengan tanda titik yang ditinggikan dalam kebanyakan alfabet tradisional, yang mulanya dicirikan bahwa vokal yang mendahului mengalami masalah nasalisasi. Itu adalah am', im' dan um' yang mewakili a, i dan u. Tetapi dalam banyak pengucapan tradisional nigghahita diucapkan lebih kuat, seperti nasal velar (l) dibelakang langit-langit mulut η , sehingga bunyi ini diucapkan menjadi aη , iη  dan uη. Bagaimanapun diucapkan m tidak pernah mengikuti suatu vokal panjang, a, i dan u diubah menjadi vokal pendek yang berkaitan ketika m ditambahkan pada akar kata yang  berakhir dengan vokal panjang, misalnya devi + m menjadi devim.

Konsonan Bahasa Pali
Konsonan dalam bahasa Pali adalah huruf m, n, p, t, c, k, ph, th, ch, kh, b, d, j, g, bh, dh, jh, gh, s, h, v, r, y, i dan ih. Dari semua vokal tersebut hanya 3 konsonan n, i dan ih, bukan fonem yang berbeda dalam bahasa Pali. N hanya muncul sebelum penghentian velar, sedangkan i dan ih adalah alofon dari d dan dh tunggal yang muncul antara vokal.

Morfologi dalam bahasa Pali
Bahasa Pali merupakan bahasa yang sangat berinfleksi (infleksi = perubahan bunyi), dimana hanpir setiap kata mengandung selain akar kaya yang memberikan makna dasar, satu atau lebih imbuhan (biasanya akhiran) yang megubah maknanya dalam beberapa cara. Kata kerja berinfleksi untuk jenis kelamin, jumlah dan kasus, infleksi kata kerja memberikan informasi tentang orang, jumlah, bentuk, waktu, dan suasana hati.

Infleksi Kata Benda
Kata benda dalam bahasa Pali berinfleksi untuk 3 jenis kelamin secara tata bahasa (maskulin, feminin dan netral) dan dua bilangan (tunggal dan jamak). Kata benda juga, pada pokoknya, menunjukkan delapan kasus : kasus nominatif (kata benda yang menjadi subyek atau predikat suatu kalimat) atau paccatta vokatif (kata benda yang menandakan obyek lain) yang menunjuk orang (hewan, barang,dsb) yang dituju atau terkadang menjadi penentu kata benda tsb), akusatif (kata benda yang menjadi obyek langsung dari kata kerja transitif) atau upayoga, instrumental (kata benda yang menunjukan cara subyek melakukan sesuatu) atau karana, datif (kata benda yang menjadi obyek dimana sesuatu diberikan) atau sampadana, ablatif (kata benda yang menunjukkan suatu pergerakan menjauh dari sesuatu), genitif (kata benda yang menunjukkan kepemilikan) atau samin dan lokatif (kata benda yang menunjukkan tempat) atau bhumma dalam banyak hal, dua atau lebih dari kasus-kasus ini memiliki bentuk yang sama, khususnya untuk kasus genetif dan datif.

Bentuk Infleksi akar kata a
Dalam bentuk tidak terinfleksi, yaitu berakhiran a, adalah bersifat maskulin aau netral. Bentuk maskulin dan netral hanya berbeda dalam kasus nominatif, vokatif dan akusatif.

Bentuk infleksi akar kata a'
Akar kata a' selalu bersifat feminin.

Bentuk infleksi akar kata i dan u
Akar kata i dan u keduanya bersifat maskulin atau netral. Bentuk maskulin dan netral hanya berbeda dalam kasus nominatif dan kausatif. Bentuk vokatif sama dengan nominatif.

Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar