Jumat, 08 Desember 2017

Abjad Bahasa Fiji

Abjad bahasa Fiji tidaklah sulit bagi orang Indonesia, karena menggunakan abjad Latin dan hanya ada sedikit perbedaan dalam pengucapannya. Abjad bahasa Fiji tidak mengenal huruf X. Abjad H dan Z pun hanya muncul pada beberapa kata serapan.

Walaupun abjad bahasa Fiji tergolong baru, yaitu sekitar tahun 1830-an, namun setiap abjadnya hanya mewakili satu bunyi. Maksudnya setiap bunyi hanya diwakili satu huruf dan bunyi tersebut tidak berubah jika berpasangan dengan abjad lain.

Hampir sama seperti bahasa Indonesia, terdapat 5 (lima) huruf hidup Fiji, yaitu :
A - sama seperti a dalam kata ama
E - sama seperti e dalam kata nenek
I  - sama seperti i dalam kata ikan
O - sama seperti o dalam kata bolos 
U - sama seperti u dalam kata buku

Huruf hidup Fiji tidak mengenal e-pepet, yaitu e dalam kata Melayu.
Sama seperti bahasa Indonesia, jika dua huruf muncul berpasangan maka pengucapannya tetap sama dengan bunyinya.
Ai - sama seperti ai dalam kata cukai
Ei - sama seperti ei dalam kata arbei
Au - sama seperti au dalam kata mau

Harkat Huruf Hidup
Kita mungkin akan menjumpai huruf hidup Fiji dengan tanda garis di atasnya yang diucapkan dengan harkat yang lebih panjang dari biasanya. Misalnya huruf a akan dibaca, tetapi jika ada tanda garis diatasnya, maka akan dibaca aa (lebih panjang)

Harkat huruf hidup penting diketahui untuk mendapatkan arti yang tepat. Misalnya, mama artinya cincin, mamaa artinya kunyah, dan maamaa artinya ringan. 

Orang Fiji sendiri jarang menulis tanda garis untuk menunjukkan harkat huruf hidup yang lebih panjang. Tanda garis tersebut tidak pernah diajarkan dalam sistem penulisan abjad di Fiji. Selain itu, makna kalimat utuh biasanya cukup jelas untuk membedakan kata-kata dengan harkat berbeda ini. Tetapi untuk para pelajar, penulisan tanda garis ini sangat penting untuk diketahui. Juga pemberian tanda aksen seperti o untuk menandai penekanan suara.

Penekanan Suara
Sangat mudah mengetahui huruf mana yang diberi penekanan suara dalam bahasa Fuji.
1. Jika huruf hidup terakhir suatu kata adalah huruf hidup dengan harkat panjang, mendapat penekanan suara.
2.  Jika tidak, maka huruf hidup kedua sebelum terakhirlah yang mendapat penekanan suara.

Mengingat penekanan suara ini tetap dan tidak berubah-ubah, orang Fiji tidak pernah memberi tanda apapun pada huruf hidup untuk menunjukannya.

Bahasa Fiji hanya mengenal 18 (delapan belas) huruf mati, yaitu :
B - diucapkan dengan bunyi m didepannya, sehingga terdengar seperti mb
C - diucapkan seperti ts dalam bahasa Arab tsa ث atau th dalam bahasa Inggris think
D - diucapkan dengan bunyi n di depannya, sehingga terdengar seperti nd.
F - diucapkan seperti f dalam kata manfaat
G - diucapkan seperti ng dalam kata telinga
J  - diucapkan seperi c dalam kata caci
K - diucapkan seperti k dalam kata kuku
L - diucapkan seperti l dalam kata lalat
M - diucapkan seperti m dalam kata mama
N - diucapkan seperti n dalam kata nenek
P - diucapkan seperti p dalam kata pipi
Q - diucapkan seperti ngg dalam kata tenggak
R - diucapkan seperti r dalam kata rusa
S - diucapkan seperti s dalam kata susu
T - diucapkan seperti t dalam kata kita, tetapi sering diucapkan mirip seperti c dalam kata cuci
V - diucapkan seperti pw, sehingga menyebut va seperti pwa
W - diucapkan seperti w dalam kata kawan
Y - diucapkan seperti y dalam kata saya

Huruf x tidak dikenal dalam bahasa Fiji. Sementara huruf h dan z hanya sedikit digunakan dalam beberapa kata serapan. Bunyi huruf h dan z sama seperti yang kita kenal dalam bahasa Indonesia. Jika melihat peta atau di pusat keterangan wisata, kita akan melihat bunyi huruf mati yang disesuaikan ke dalam bahasa Inggris. Misalnya, Yanuca ditulis dengan Yanutha, Beqa ditulis dengan Mbengga.


Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar