Sabtu, 17 Februari 2018

Daftar Istilah Hukum Dalam Bahasa Belanda

Berikut daftar istilah hukum dalam bahasa Belanda beserta artinya:

ZAAKSGEVOLG/DROIT DE SUIT: mengikuti benda dimanapun dan dalam tangan siapapun benda itu berada
DROIT INVIOLABLE ET SACRE: hak yang tidak dapat diganggu gugat
VAGUE: kabur
DWINGEN: memaksa 
VERBAND: hubungan : hubungan erat
FEIT: perbuatan
OVERTRADING: pelanggaran
MISDRIFF: kejahatan
DADER: pelaku tindak pidana
NIET ON VARKELIJK VERKLAARD: gugatan tidak dapat diterima
A QUO:
IPSO JURE: demi hukum/berdasarkan hukum
EX AEQUO ET BONO: putusan yang seadil-adilnya
DADER/DOER: orang yang melakukan delik
DOENPLEGER/MANUS/DOMINA: orang yang menyuruh melakukan
MEDEDADER?MADEPLEGEN: orang yang turut melakukan
UIT LOKER: orang yang sengaja membujuk
MEDEPLICHTIGHEID: membantu
NOODWEER: dalam keadaan terpaksa
OVERMACHT: keadaan yang memaksa (tidak bias dielakkan)
ASAS PROPORSIONALITAS: harus ada keseimbangan antara kepentingan yang dilindungi dengan kepentingan yang dilanggar
VERKAPTE VRIJPRAAK: putusan bebas tidak murni
POINT DE IBTERN POINT ATIM: tidak ada sengketa, tidak ada perkara
LAMBROSO THEORY: character of crime
NOTOIR FEIT: hal yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya oleh umum tidak perlu dibuktikan lagi
NOELA POENA SINE LEGI PRAVIA POENALE: tidak ada hukuman yang tanpa didasari oleh suatu ketentuan peraturan yang telah ada sebelumnya (Pasal (1) KUHP)
OVERMACH: kejadian/keadaan yang memaksa
MIRANDA RULE: hak seorang tersangka untuk mendapatkan penasehat hukum dalam perkaranya.
SAKSI VERBALISAN: saksi yang melakukan pemeriksaan ditingkat penyidikan
ONSPLITBAR'AVEU: suatu pengakuan tidak dapat dipisah-pisahkan
INTERVENSI: masuknya pihak ketiga yang merasa mempunyai hak atau kepentingan untuk turut serta dalam perkara yang sedang dalam proses pemeriksaan di pengadilan.
VOEGING: menyertai (ikut salah satu pihak)
TUSSENKOMST: menengahi (tidak memihak)
VRIJWARING: penanggungan/pembelaan (atas permintaan biasanya tergugat)
DERDEN VERZETE: perlawanan pihak ketiga yang merasa mempunyai hak dan kepentingan, yang secara nyata telah dirugikan oleh karena adanya suatu putusan pengadilan, dengan cara menggugat pada pihak yang berperkara (gugatan biasa) dapat menangguhkan eksekusi hanya jika diperintahkan oleh KPN.
NIET ON VARKELIJK VERKLAARD: gugatan/tuntutan tidak terima
KAUKUS: pertemuan antara mediator dengan salah satu pihak dalam proses mediasi, tanpa dihadiri oleh pihak lainnya.
UIT VOOR BAR BIJ VOOR RAAD: putusan serta merta, putusan yang diputus sebelum putusan akhir, yang dapat dilaksanakan sahulu meskipun belum berkekuatan hukum tetap. 
CONSERVATOIR BESLAG: sita jaminan terhadap barang bergerak/tidak bergerak milik tergugat.
REVINDICATOIR BESLAG: sita terhadap barang bergerak milik penggugar yang dikuasai oleh tergugat.
PACTUM DE COMPROMITENDO: klausul penyelesaian arbitrase yang dibuat sebelumnya.
AKTA COMPROMI: klausul yang dibuat setelah timbul permasalahan.
RES JUDIKATA PRO VERITATE HABITUR: putusan hakim dianggap benar selama belum dibuktikan atau putusan sebaliknya.
UNUS TESTIS NULUS TESTIS: satu orang saksi bukan merupakan (saksi) alat bukti (min 2 orang). 1866-1895 KUHP Perdata
SUMPAH DECISOIR: sumpah pemutus/akhiri sengketa/yang diminta oleh pihak satunya terhadap pihak yang lain agar diucapkan untuk menggantungkan putusan perkara padanya (KUHP Perdata 1929)
DADING: perdamaian
AUDI ET ALTEREM PARTEM: hakim harus mendengarkan keterangan dari para pihak.
ACTOR SEQUITUR FORUM REI: gugatan harus dialamatkan pada alamat tergugat
ACTOR SEQUITAR FORUM SITEI: gugatan harus dialamatkan pada alamat dimana benda tidak bergerak tersebut berada.
FIAT JUSTISIA RUAT COELUM: keadilan harus ditegakkan meskipun langit runtuh
SANS PROJUDICE: surat yang tidak dapat dijadikan alat bukti, dibuka, dalam persidangan
HAK RETENSI: hak untuk menahan dokumen/berkas klien oleh ADVOKAT yang tidak membayar/melunasi honorarium yang telah disepakati.
PREROGANSI : mengajukan suatu sengketa berdasarkan persetujuan/lkesepakatan para pihak kepada tingkat pengadilan yang lebih tinggi, yang seharusnya tidak berwenang menangani perkara tersebut (ac. perdata)
MUTSATIS MUTANDIS: diakui/sah dengan perubahan-perubahan yang ada
PACTA SUNT SERVANDA: perjanjian merupakan sebagai undang-undang bagi yang membuatnya (1338 KUHP Perdata "semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya..."
VRISPRAAK: bebas/tidak terbukti secara sah dan meyakinkan
NEGATIVE WETELIJK: (KUHAP) pembuktian minimal 2 alat bukti bukti ditambah keyakinan hakim. 
SAKSI ADE CHARGE: saksi yang menguntungkan terdakwa.
SAKSI A CHARGE: saksi yang memberatkan terdakwa.
ISBAT NIKAH: pengesahan suatu pernikahan, adanya pernikahan dalam rangka perceraian, hilangnya akta nikah, adanya keraguan tentang sah tidaknya salah satu syarat perkawinan, adanya pernikahan sebelum disahkannya UU no.1 tahun 1974, perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan dalam perkawinan sesuai dengan UU Perkawinan no.1 tahun 1974. Permohonan isbat nikah tersebut dapat dilakukan oleh; suami, istri, anak-anak dari suami istri tersebut, pihak ketiga yang berkepentingan, wali nikah.
GUGATAN HADLANAH: gugatan pemeliharaan anak (kasus perceraian)
NADZIR: pengelola benda wakaf
SUMPAH LIAN: inisiatif suami karena dituduh istri selingkuh dan ba'da duqul (bersetubuh dengan llaki-laki lain)
HAKAM: pihak penengah/perdamaian antara suami istri yang ingin bercerai karena SIQOC, ditunjuk oleh hakim biasanya dari kerabat suami/istri.
AL QADAU, AL GA'IB: putusan verstek
MU'AN AN MU"SAL SAL: testimonium de auditu
PRAESUMITIO IUS TAE CAUSA/ERGA OMNES: KTUN masih dianggap sah, selama blm ada suatu ketentuan yang menyatakan sebaliknya.
SELF OBEDIENCE/RESPECT: kesadaran B/P TUN untuk melaksanakan putusan PTUN
ULTRA PETITA: putusan yang melebihi tuntutan (ac. TUN)
DISMISAL PROSEDUR: pemeriksaan awal/rapat permusyawarahan
DWANGSOM: uang paksa
RECHTMATHIGEID: segi penerapan hukum
DOCHMATIGHEID: segi kebijakan B/P TUN
FREIZE ERMESSEN: tindakan responsive/tanggap dari B/P TUN (publik) untuk kemakmuran masyarakat umum
INVERSO: kedua belah pihak
VEXATOIR: tindakan yang sia-sia/tidak mengenai sasaran 
KOOPTASI: pemilihan anggota baru dari suatau badan musyawarah oleh anggota yang telah ada.
DIKOTOMI: pembagian dua kelompok yang saling bertentangan
ANOMALI: penyimpangan/kelainan
REIMBURSMENT: penggantian kontrak, untuk pengeluaran uang, pengembalian
DISKREDIT: menjelek-jelekkan/memperlemah
RAISON D'ETRE: alasan utama
DIVESTASI: pelepasan/pengurangan/pembebasan modal/saham dari perusahaan
LEX CERTA: ketentuan dalam perundang-undangan tidak dapat di artikan lain.
IN CASU: dalam hal ini
IN BORGH: jaminan
IN COGNITO: penyamaran
IN COHEREN: tidak teratur
SURAT RELAAS: bukti pemberitahuan sidang dipengadilan
NUSYUZ: (ISTRI) meninggalkan kediaman bersama (rumah) tanpa ijin suami
KONTANTE HANDELING SIMULTANEUSTRANSFER: ketentuan hukum adat dalam jual beli tanah yang harus secara tunai dan jelas. 
PUTUSAN MA,Tanggal 29 Maret 1982 no.1230 K/Sip/1980 (pembeli yang beritikad baik yang dilindungi UU.
UBI SOCIETAS IBI IUS: dimana ada masyarakat disana terdapat hukum
POWER TENT TO CORRUPT: kekuasaan cenderung bersifat koupsi (LORD ACKTON)
LAW IS A TOOL OF SOCIAL SOCIAL ENGINEERING: hukum sebagai alat dalam mewujudkan perubahan-perubahan sosial (ROSCOE POUND)
VOLLE EIGENAAR: pemilik penuh (dari benda jaminan)

dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar